HUT IJC Ke-1, IJC Sukses Gelar Festival Judo 2019

Karawang – Festival Judo Indonesia yang diselenggarakan oleh Indonesia Judo Community (IJC) mendapat apresiasi dari Ketua Harian Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB.PJSI).

Ketua Harian PB.PJSI Akhmad Husri ikut menghadiri pembukaan Festival Judo oleh Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana di Rasinda  Parkmall Karawang, kemarin.

Festival Judo IJC Dihadiri oleh Ibu Bupati Karawang dr.Cellica Nurrachadiana

Akhmad Husri kepada sejumlah wartawan mengaku salut dan mengapresiasi even yang digelar oleh IJC. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat membantu pembinaan dan pengembangan judo Indonesia.

”Saya hadir disini dalam kapasitas sebagai Ketua Harian PB.PJSI, bagi saya even yang diselenggarakan oleh IJC ini patut didukung. Ini salah satu bagian penting dari upaya pengembangan dan pembinaan judo Indonesia ke depan. Jadi amatlah merugi jika kegiatan seperti ini tidak didukung,”kata Akhmad Husri di Jakarta, Senin (25/2).

Menurut dia, PB.PJSI harus membuka diri dalam arti tidak membatasi ruang gerak pihak lain seperti IJC yang secara nyata melakukan kegiatan yang justru sangat membantu pembinaan dan pengembangan. Apalagi kalau sampai mengatakan kegiatan IJC ini ilegal.

Akhmad Husri behkan mengakui populasi judo di Indonesia terancam akan semakin berkurang jika PJSI tak realistis melihat fakta dan kenyataan di sekitarnya.

”Contoh, populasi olahraga beladiri lain seperti karate, taekwondo, wushu dan muaythai sudah jauh di atas judo. Prinsipnya kita harus membangun dan menciptakan peluang sama dengan cabor beladiri lainnya,”tambah mantan Ketua Harian KONI Kaltim itu.

Ia pun setuju jika IJC menjadi mediasi untuk menyatukan persepsi membangun bersama-sama antara judo sambo dan kurash. Apalagi mereka yang kini menjadi pembina dan pengurus di Sambo dan Kurash berasal dari judo seperti Krisna Bayu, Arnold Silalahi dan Aji Kusmantri.

”Dan saya yakin mereka-mereka ini tak mungkin akan membinasakan judo meski sudah berada di cabor beladiri lainnya. Justru keberadaan mereka ini dimanfaatkan untuk kemajuan judo Dan satu hal kita harus tahu bahwa judo itu olahraga beladiri paling tua,” paparnya.

Namun Akhmad Husri menyadari bahwa salah satu kendala kenapa judo agak sedikit tersendat perkembangannya, adalah mahalnya peralatan. Kalau karate, taekwondo tidak terlalu membutuhkan fasilitas pertandingan yang mahal.

”Saya berharap kehadiran FJI di Karawang ini bisa memancing minat anak-anak usia muda di Karawang dengan harapan kelak mereka bisa menjadi duta Indonesia di setiap even internasional,”kata Celica. (bam)

Sumber : indopos

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Show Buttons
Hide Buttons